sitiativa











{September 9, 2012}   ALTERNATIF PENGEMBANGAN PLS DALAM PEMBANGUNAN

Pendidikan formal dan pendidikan nonformal adalah pendidikan yang pelaksanaannya direncanakan sedemikian rupa sebelum dilaksanakan. Namun pendidikan formal tentu lebih memiliki aturan yang ketat dibanding dengan pendidikan nonformal. Sedangkan pendidikan nonformal adalah pendidikan yang dengan sendirinya terjadi dalam kehidupan tanpa direncanakan terlebih dahulu dan pendidikan ini lebih banyak berlangsung dalam keluarga.

A. PEMBANGUNAN SEBAGAI PROSES BELAJAR
Pada dasarnya pembangunan mencakup pengembangan kapasitas untuk menentukan pengembangan masa depan manusia, baik manusia sebagai pribadi, sebagai masyarakat maupun sebagai bangsa. Pembangunan tidak sebagai suatu yang kita perbuat lewat suatu kegiatan dan keterampilan yang kita peroleh, melainkan sebagai sesuatu yang kita pelajari (Soedjatmoko,1985).
Istilah belajar menyiratkan peningkatan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif, tidak hanya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, melainkan juga untuk mengarahkan perubahan itu sehingga sesuai dengan tujuannya sendiri. Dengan demikian, maka belajar adalah pembangunan, yaitu membangun kecerdasan dan mental manusia.
Pelajaran-pelajaran yang harus kita kuasai dalam pembangunan adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan teknologi-teknologi baru, pola kependudukan baru, cara produksi baru, kesadaran berbangsa dan bernegara. Pengetahuan dan keterampilan yang sejak berabad-abad diwariskan kepada kita lewat berbagai jalan, baik formal maupun nonformal. Dalam bidang keterampilan bagaimana memperoleh dan menghasilkan kebutuhan hidup sehari-hari. Manusia harus belajar bagaimana merencanakan, mengorganisasikan dan mengelola sistem-sistem yang mendukung usaha manusia.
Setiap proses kejadian sebagai proses belajar dapat dibagi menjadi tiga tahap:
a. Tahap belajar efektif
Yaitu melihat kondisi riil dilapangan sebelum membuat suatu perencanaan tentang pembangunan.
b. Tahap belajar efisien
Setelah melihat kenyataan perhatian harus diarahkan kepada bagaimana melaksanakannya secara efisien.
c. Tahap belajar mengembangkan diri
Pengembangan keahlian, struktur, dan nilai-nilai pendukungnya.

1. Pembangunan Dalam Bidang Pertanian
Sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Oleh karena itu, sebagai negara sudah selayaknya jika pembangunan pada sektor pertanian mendapat perhatian khusus. Pembangunan dalam bidang pertanian di antaranya diarahkan dalam hal: (1) penyediaan alat-alat pertanian, (2) peningkatan teknologi pertanian yang didukung dengan Panca Usaha Tani, (3) peningkatan industri pupuk dan obat-obatan pembasmi hama, (4) membantu pemasaran produksi pertanian, (5) meningkatkan agroindustri dan agrobisnis, dan lain sebagainya. Usaha-usaha seperti ini dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani.
Dewasa ini terdapat beberapa masalah yang berhubungan dengan semakin berkurangnya lahan pertanian sebagai akibat dari perluasan sentra-sentra industri dan permukiman. Oleh karena itu, penataan ruang ruang perlu dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar perkembangan sektor industri, pemukiman, dan prasarana jalan tidak mengurangi lahan-lahan pertanian yang produktif. Selain beberapa usaha tersebut, pemerintah juga mendorong tumbuh dan berkembangnya koperasi yang dapat membantu para petani dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Usaha-usaha lain dalam rangka pengembangan sektor pertanian adalah diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi. Diversifikasi pertanian merupakan usaha membudidayakan aneka ragam tanaman yang disesuaikan dengan lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Intensifikasi pertanian merupakan usaha untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian dengan cara meningkatkan kualitas teknologi pertanian, tanpa harus menambah lahan pertanian. Ekstensifikasi pertanian merupakan usaha meningkatkan hasil-hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian. Sedangkan rehabilitasi pertanian merupakan usaha memperbaiki kembali lahan-lahan kritis melalui reboisasi, pemupukan dan sebagainya agar lahan pertanian tersebut produktif kembali.
Usaha-usaha diversifikasi, intensifikasi, ekstensifikasi, dan rehabilitasi tersebut perlu ditingkatkan dengan sistem yang lebih terpadu dan disesuaikan dengan iklim, jenis dan tingkat kesuburan tanah, pola tata ruang, lingkungan, dan lain sebagainya. Dalam melaksanakan beberapa usaha tersebut para petani harus berperan secara aktif. Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan para petani perlu dilaksanakan melalui penyuluhan-penyuluhan. Salah satu bagian penting yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan dalam pengelolaan usaha pertanian, terutama yang berkaitan dengan usaha agroindustri dan agrobisnis sehingga hasil-hasil pertanian memiliki daya saing yang tinggi.
Untuk menjaga kesinambungan pembangunan pada sektor pertanian perlu dilakukan usaha penelitian dan pengembangan teknologi pertanian yang sesuai dengan lingkungan pertanian dan sekaligus sesuai dengan kebutuhan para petani.

2. Pembangunan Dalam Bidang Pendidikan
Belakangan ini pembangunan dalam bidang pendidikan banyak disorot oleh para pemerhati pendidikan. Bahkan, tidak sedikit pakar yang menyarankan adanya peningkatan anggaran pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Saran-saran tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan akan berkorelasi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, usaha yang dapat dilaksanakan dalam bidang pendidikan adalah pemerataan pendidikan sekaligus pemerataan kualitas pendidikan. seperti yang diketahui, bahwa terdapat perbedaan kualitas yang cukup antara lembaga pendidikan yang ada di Jawa dan lembaga pendidikan yang ada di luar Jawa. Juga antara lembaga pendidikan negeri dengan lembaga pendidikan swasta. Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah, terutama dalam hal pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan sampai di daerah-daerah terpencil.
Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan adalah melalui peningkatan kualitas pendidik, pembaharuan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perkembangan masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Disamping itu, perlu dilakukan penyuluhan yang memberikan penyadaran bagi masyarakat luas, bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari sistem yang meliputi: (1) lembaga pendidikan formal yang diselenggarakan di sekolah, (2) lembaga pendidikan informal yang diselenggarakan di lingkungan keluarga, dan (3) lembaga pendidikan nonformal yang diselenggarakan oleh masyarakat. Peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sangat diharapkan, terlebih-lebih setelah berkembangnya isu manajemen berbasis sekolah (school based management).

3. Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan Pembangunan, Dan Stabilitas Nasional
Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh adanya peningkatan produktivitas efektivitas, efisiensi, dan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Usaha tersebut merupakan prasyarat untuk melaksanakan pembangunan pada sektor industri dan sektor pertanian yang bertujuan untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi yang berdaya saing tinggi. Pembangunan dalam bidang pertanian diarahkan untuk menghasilkan bahan pangan dan bahan mentah yang cukup bagi pemenuhan kebutuhan rakyat, meningkatkan daya beli rakyat, melanjutkan proses industrialisasi yang terkait dengan agroindustri dan agrobisnis. Pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai harus diimbangi dengan program pemerataan.
Pemerataan pendapatan dirumuskan melalui kebijakan delapan jalur pemerataan, yang terdiri dari :
a. Pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang, dan perumahan.
b. Kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
c. Pembagian pendapatan.
d. Kesempatan kerja.
e. Kesempatan berusaha.
f. Kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
g. Penyebaran pembangunan di seluruh tanah air, dan
h. Kesempatan memperoleh keadilan.
Pertumbuhan ekonomi sebagai hasil pembangunan harus dapat dirasakan oleh masyarakat melalui pemerataan yang nyata dalam bentuk peningkatan pendapatan dan peningkatan daya beli masyarakat. Jika keberhasilan pembangunan dirasakan sebagai perbaikan taraf hidup oleh segenap lapisan masyarakat, akan sama artinya dengan membangkitkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung dan mensukseskan program pembangunan.

B. PERUBAHAN SOSIAL SEBAGAI PROSES PEMBANGUNAN
1. Perubahan Sosial
Yaitu perubahan lembaga-lembaga (institution) masyarakat, yaitu perubahan yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai sosial, sikap dan pola prilaku kelompok (selo soemarjan dalam Social Change in Yogyakarta).
a. Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli
 Wiliam F. Ogburn : adanya pengaruh unsur-unsur kebudayaan materil terhadap unsur-unsur immaterial.
 Kingsley Davis : Perubahan-perubahan struktur dan fungsi masyarakat.
 Mac Iver : Perubahan dalam social relationship dan perubahan equilibrium.
 Gillin and Gilin : Variasi cara-cara hidup atau kondisi sosial.
b. Teori Perubahan Sosial
 Cachi (filsafat, sejarah, sosiologi, ekonomi) : Perubahan sosial merupakan gejala yang wajar dalam pergaulan hidup.
 Adanya unsur mempertahankan keseimbangan masyarakat.
c. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
1) Social Evolution : kerja sama yang harmonis antara manusia dan lingkungannya.
2) Cosmic Evolution: adalah taraf evolusi dalam bentuk pertumbuhan dan perkembangan.
3) Organic Evolution : perjuangan untuk hidup.
4) Mental Evolution (technical change and culture change).
2. Social mobility
Gerakan sosial adalah suatu keinginan akan perubahan yang di organisasi. Gerakan sosial terjadi karena adanya keinginan untuk perubahan kearah yang lebih baik (pembangunan) serta pemanfaatan penemuan baru. Pada umumnya pergerakan sosial terbentuk apabila ada konsep yang jelas, apalagi konsep ini mempunyai strategi yang jelas pula (perencanaan pembangunan).
3. Social Revolution
Pada umumnya revolution didahului oleh adanya ketidakpuasan dari golongan-golongan tertentu yang biasanya didahului oleh ide-ide baru. Saat pecahnya revolusi ditandai oleh adanya terror atau kudeta. Ternyata tidak semua revolusi berhasil dan bahkan biasanya suatu revolusi berakhir perpecahan antara kekuatan-kekuatan revolusi itu sendiri karena tidak adanya konsep pembangunan yang jelas setelah revolusi.

4. Proses Pembangunan
Proses pembangunan merupakan perubahan sosial yang saling memiliki keterkaitan dan merupakan usaha pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan pembangunan.

5. Proses Perubahan Nasional
Inti dari perubahan masyarakat adalah perubahan norma-norma masyarakat. Karena perubahan norma dan proses pembentukan norma baru merupakan inti dari dalam usaha mempertahankan persatuan hidup berkelompok. Dengan sendirinya proses perubahan masyarakat menjadi proses desintegrasi dalam banyak bidang kehidupan. Oleh karena itu perlu diusahakan reintegrasi, yaitu penampungan kembali dalam kehidupan bermasyarakat yang lebih cocok dengan kebutuhan baru bermasyarakat dimana norma yang lebih cocok merupakan ikatan dari masyarakat yang baru.
Dalam proses perubahan memiliki langkah-langkah yang harus dilalui yaitu:
a. Penemuan,
b. Invansi, dan
c. Difusi.
Dalam langkah-langkah ini agen pembaharuan haruslah:
a. Mendorong mewujudkan aktivitas-aktivitas yang mengarah kepada pembangunan,
b. Mendorong langkah-langkah yang tumbuh dari bawah (botton up),
c. Mengarahkan pembangunan kepada perubahan yang menuju kearah kemandirian.

6. Keterkaitan
Proses pembangunan juga merupakan proses yang terkait antara yang satu dengan yang lain yaitu:
a. Aspek relevansi, artinya kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembangunan yang mempunyai relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dilaksanakan untuk masyarakat dan mampu menopang kehidupan masyarakat, mempunyai prospek yang mengembirakan serta memiliki manfaat baik langsung maupun tidak langsung, baik kongkret maupun abstrak.
b. Aspek lintas sektoral, mengkait dengan melibatkan lembaga pemerintah dan kelembagaan swadaya masyarakat.

7. Usaha Pemerintah dan Masyarakat Dalam Melakukan Perubahan
a. Mengaktualisasikan atau mengangkat kemampuan atau potensi yang dimiliki masyarakat sehingga timbul suatu penemuan baru dalam mengembangkan masyarakat.
b. Memandirikan masyarakat agar timbul percaya diri dengan menggunakan prinsip kedisiplinan, kerja sama, dan usaha yang rajin dan sungguh-sungguh.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: