sitiativa











{September 9, 2012}   KEPEMIMPINAN

Pengertian Kepemimpinan
 Menurut Max Weber, kepemimpinan adalah kesempatan seseorang atau sekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat akan kemauan- kemauannya sendiri, dengan sekaligus menerapkannya terhadap tindakan- tindakan perlawanan dari orang-orang atau golongan-golongan tertentu.
 Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin atauleader) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya). Sehingga orang lain tersebut betingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut
Sumber-sumber Kepemimpinan
 Kekuasaan dapat bersumber pada bermacam-macam factor. Apabila sumber- sumber kekuasaan tersebut dikaitkan dengan kegunaannya, maka dapat diperoleh gambarannya sebagai berikut :
Unsur-unsur Kepemimpinan
Kekuasaan yang dapat dijumpai pada interaksi social antara manusia maupun antar kelompok mempunyai beberapa unsur pokok, yaitu :
 Rasa Takut
Perasaan takut pada seseorang (yang merupakan penguasa, misalnya) menimbulkan suatu kepatuhan terhadap segala kemauan dan tindakan orang yang ditakuti tadi. Rasa takut merupakan perasaan negative, karena seseorang tunduk kepada orang lain dalam keadaan terpaksa. Orang yang mempunyai rasa takut akan berbuat segala sesuatu yang sesuai dengan keinginan orang yang ditakutinya, agar terhindar dari kesukaran-kesukaran yang akan menimpa dirinya, seandainya ita tidak patuh. Rasa takut juga menyebabkan orang yang bersangkutan meniru tindakan-tindakan orang yang ditakutinya.
 Rasa Cinta
Rasa cinta menghasilkan perbuatan-perbuatan yang pada umumnya positif. Orang-orang lain bertindak sesuai dengan kehendak pihak yang berkuasa, untuk menyenangkan semua pihak. Artinya ada titik pertemuan antara pihak-pihak yang bersangkutan.
 Kepercayaan
Kepercayaan dapat timbul sebagai hasil hubungan langsung antara dua orang atau lebih yang bersifat asosiatif. Misalnya, si B sebagai orang yang dikuasai mengadakan hubungan langsung dengan si A sebagai pemegang kekuasaan. B percaya sepenuhnya terhadap A, kalau A akan selalu bertindak dan berlaku baik. Dengan demikian, maka setiap keinginan A akan selalu dilaksanakan oleh B. kemungkinan sekali bahwa B sama sekali tidak mengetahui kegunaan tindakan-tindakannya itu. Akan tetapi, karena dia telah menaruh kepercayaan kepada A, maka dia akan berbuat hal-hal Yang sesuai dengan kemauan A yang merupakan penguasa, agar tambah mempercayai. Pada contoh tersebut, hubungan yang terjadi bersifat pribadi, akan tetapi, mungkin saja bahwa hubungan demikian akan berkembang di dalam suatu organisasi atau masyarakat secara luas. Soal kepercayaan memang sangat penting demi berjalannya suatu kekuasaan.
 Pemujaan
System kepercayaan mungkin masih dapat disangkal oleh orang lain. Akan tetapi di dalam system pemujaan, seseorang atau sekelompok orang-orang yang memegang kekuasaan, mempunyai dasar pemujaan dari orang lain. Akibatnya adalah segala tindakan penguasa dibenarkan atau setidak- tidaknya dianggap benar.
Saluran Kepemimpinan
 Saluran Militer
Apabila saluran ini yang dipergunakan, maka penguasa akan lebih banyak mempergunakan paksaan(coer cion) serta kekuatan militer (military force) di dalam melaksanakan kekuasaannya. Tujuan utama adalah untuk menimbulkan rasa takut dalam diri masyarakat, sehingga mereka tunduk kepada kemauan penguasa atau sekelompok orang-orang yang dianggap sebagai penguasa. Untuk keperluan tersebut, seringkali dibentuk organisai- organisasi atau pasukan-pasukan khusus yang bertindak sebagai dinas rahasia. Hal ini banyak dijumpai pada negara-negara totaliter.
 Saluran Ekonomi
Dengan menggunakan saluran-saluran di bidang ekonomi, penguasa berusaha untuk menguasai kehidupan masyarakat. Dengan jalan menguasai ekonomi serta kehidupan rakyat tersebut, penguasa dapat melaksanakan peraturan-peraturannya serta akan menyalurkan perintah- perintahnya dengan dikenakan saksi-saksi yang tertentu
 Saluran Politik
Melalui saluran politik, penguasa dan pemerintah berusaha untuk membuat peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat. Caranya adalah antara lain, dengan meyakinkan atau memaksa masyarakat untuk menaati peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh badan-badan yang berwenang dan yang sah.
 Saluran Tradisional
Saluran tradisional biasanya merupakan saluran yang paling dikuasai. Dengan cara menyesuaikan tradisi pemegang kekuasaan dengan tradisi yang dikenal di dalam sesuatu masyarakat, maka pelaksanaan kekuasaan dapat berjalan dengan lebih lancar.
Caranya adalah dengan jalan menguji tradisi pemegang kekuasaan dengan tradisi yang dikenal di dalam masyarakatnya, yang sudah meresap di dalam jiwa masyarakat yang bersangkutan. Dengan cara demikian, diharapkan akan dapat diketemukan suatu titik temu antara tradisi-tradisi tersebut. Sehingga pemerintahan akan dapat berjalan dengan lancer, yang berarti mencegah atau mengatasi reaksi negatif
 Saluran Ideologi
Penguasa-penguasa dalam masyarakat, biasanya mengemukakan serangkaian ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin, yang bertujuan untuk menerangkan dan sekaligus memberi dasar pembenaran bagi pelaksanaan kekuasaannya.
Soekanto, Soerjono. 1982. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Rajawali Press.
http://www.scribd.com/doc/29468780/Kekuasaan-Dan-Kepemimpinan-Sosio



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: