sitiativa











{September 9, 2012}   Makalah Pendidikan Masyarakat-PAUD

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut UU, anak mempunyai hak untuk tumbuh dan berkembang, bermain, beristirahat, berkreasi, dan belajar dalam suatu pendidikan. Jadi, belajar adalah hak anak, bukan kewajiban. Orang tua dan pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk anak dalam rangka program belajar.
Karena belajar adalah hak, maka belajar harus menyenangkan, kondusif, dan memungkinkan anak menjadi termotivasi dan antusias. Jadi, memaksa anak untuk belajar, sehingga anak merasa tertekan, atau membiarkan anak tidak mendapat pendidikan yang layak adalah tindakan kekerasan.

B. DASAR PROGRAM PAUD
1. UUD 1945 menyatakan bahwa … “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.” Amandemen UUD 1945, pasal 28 b: “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.”
2. UU Nomor 23 Tahun 2002
Pasal 3: perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak – hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
Pasal 4: setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta
Pasal 8: setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

3. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 1, butir 14
PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pasal 28 ayat 1 – 6
PAUD dilakukan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

4. Konvensi Hak Anak
a. Non diskriminasi.
b. Kepentingan yang terbaik bagi anak.
c. Hak hidup, hak kelangsungan hidup dan perkembangan.
d. Penghargaan terhadap pendapat anak.

5. Deklarasi Dakkar tahun 2002
Tentang pendidikan untuk semua memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak – anak yang kurang beruntung.
Pasal 3: perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak – hak anak agar dapat hidup dan tumbuh.

6. World for Children 2002
a. Mencanangkan kehidupan yang sehat.
b. Memberikan pendidikan berkualitas.
c. Perlindungan terhadap aniaya, eksploitasi dan kekerasan.
d. Memerangi HIV/AIDS.

C. TUJUAN PROGRAM PAUD
Tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini ada dua, yaitu:
a. Membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
b. Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PAUD
Pendidikan Anak Usia Dini atau disingkat PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
PAUD merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kea rah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Menurut UU No 20 tahun 2003, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhandan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Aspek pengembangan pada pendidikan anak usia dini mencakup 6 aspek, antara lain :
a. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama, kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama.
b. Pengembangan fisik, kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengelolah dan keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrokl gerakan tubuh, gerakan tubuh, gerakan halus dan gerakan kasar serta menerima rangsangan sensorik (pancaindra).
c. Pengembangan kemampuan berbahasa kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuang menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.
d. Pengembngan kemampuan kognitif, kemampuan dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan berfikir logis kritis, memberi alasan, memecahkan masalah danmenemukan hubungan sebab akibat.
e. Pengembangan sosial emosional, kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan mengenai lingkip alam, lingkup alam sosial, peran masyarakat, dan menmghargai keragaman sosial dan budaya serta mampu mengembangkan konsep diri, sikap positif terhadap belajar, kontrol diri dan rasa memiliki.
f. Pengembangan seni, kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai adalah kemampuan kepekaan terhadap irama, nada, birama, berbagai bunyi, bertepuk tangan, serta berbagai hasil karya yang kreatif.

1. TUJUAN PAUD
Secara khusus kegiatan pendidikan bertujuan agar:
a. Anak mampu melakukan ibadah.
b. Anak mampu mengelola keterampilan tubuh.
c. Anak mampu menggunakan bahasa.
d. Anak mampu berpikir logis.
e. Anak mampu mengenal lingkungan alam.
f. Anak memiliki kepekaan terhadap irama.

2. PERANAN KELUARGA
Ada beberapa peranan orangtua terhadap pendidikan, yaitu:
a. Orangtua mempercayai sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama di sekolah.
b. Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya dengan memperhatikan pengalaman – pengalamannya dan menghargai usaha – usaha serta menunjukkan kerja samanya dalam cara anak belajar di rumah atau membuat pekerjaan rumahnya.
c. Memberikan dasar pendidikan, sikap, dan keterampilan dasar untuk mematuhi peraturan, dan menanamkan kebiasaan – kebiasaan.
d. Mengajarkan nilai – nilai dan tingkah laku yang sesuai dengan yang diajarkan di sekolah.

3. POLA ASUH DAN KREATIVITAS ANAK
Beberapa pola asuh yang dapat mempengaruhi kreativitas anak adalah sebagai berikut:
a. Lingkungan fisik.
b. Lingkungan sosial.
c. Pendidikan internal dan eksternal.
d. Dialog.
e. Suasana psikologis.
f. Sosial budaya.
g. Perilaku orang tua/pendidik.
h. Kontrol.
i. Menentukan nilai moral.

4. KOMITMEN DAN KEBIJAKAN PAUD DI INDONESIA
a. Komitmen Internasional
Secara internasional, perhatian terhadap PAUD semakin serius sejak dicanangkannya:
1) Education for All di Jomtien – Thailand (1999) yang memperjuangkan kesejahteraan bagi anak di seluruh dunia.
2) Convention on the Right of the Child, menegaskan perlunya perlindungan dan perkembangan anak dalam layanan pendidikan dasar dan keaksaraan.
3) The Salamanca Statement, pemenuhan kebutuhan bagi anak – anak berkebutuhan khusus, termasuk pemenuhan kebutuhan pendidikan.
4) Deklarasi Dakar, pendidikan untuk semua dan semua untuk pendidikan.
5) World Fit for Children dicanangkan dalam pertemuan pendidikan dunia di New York, yang telah menyepakati untuk menciptakan dunia yang aman dan kehidupan yangsehat bagi anak.
b. Kebijakan Nasional
1) Pembukaan UUD RI 1945, bangsa yang besar dan kuat dibangun oleh sumber daya manusia yang handal dan berbudi luhur. Hal ini dapat diupayakan melalui jalur pendidikan yang baik sejak dini.
2) Amandemen UUD 1945, bahwa setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya.
3) Undang – undang Perlindungan Anak, bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.
4) Sistem Pendidikan Nasional, bahwa PAUD adalah suatu upaya yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan terhadap pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuiki pendidikan lebih lanjut.

B. LANDASAN PENYELENGGARAAN PAUD
1. LANDASAN YURIDIS
PAUD merupakan bagian dari pencapaian tujuan pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam UU No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rihani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

2. LANDASAN FILOSOFIS DAN REALIGI
PAUD pada dasarnya harus berdasarkan pada nilai – nilai filosofis dan religi yang dipegang oleh lingkungan yang berada di sekitar anak dan agama yang dianutnya. Pendidikan agama menekankan pada pemahaman tentang agama serta bagaimana agama diamalkan dan diaplikasikan dalam tindakan serta perilaku dalam kehidupan sehari – hari.

3. LANDASAN KEILMUAN DAN EMPIRIS
PAUD pada dasarnya harus meliputi aspek keilmuan yang menunjang kehidupan anak dan terkait dengan perkembangan anak. Konsep keilmuan PAUD bersifat isomorfis, artinya kerangka keilmuan PAUD dibangun dari interdisiplin ilmu yang merupakan gabungan dari beberapa disiplin ilmu, di antaranya: psikologi, fisiologi, sosiologi, ilmu pendidikan anak, antropologi, kesehatan dan gizi.
Dari segi empiris, pada waktu manusia lahir, kelengkapan organisasi otak memuat 100 – 200 milyar sel otak (Clark dalam Semiawan, 2004: 27) yang siap dikembangkan serta diaktualisasikan mencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi.

C. PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PAUD
1. TAHAP PERSIAPAN
a. Kepala bidang PAUD mengadakan komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat; kepala desa/kelurahan, kyai, ulama, dai, ketua orsosmas, ketua LSM, dan tokoh masyarakat yang lain.
b. Tokoh masyarakat mengadakan sosialisasi program kepada masyarakat luas.
c. Kepala Seksi pada kantor Cabang Dinas Pendidikan yang membidangi PAUD, bersama dengan tokoh masyarakat mengidentifikasi penyelenggara program, tempat belajar, calon peserta didik, dan tenaga pendidik.
d. Penyelenggara program membuat kesepakatan dengan tenaga pendidik dan peserta didik tentang kegiatan belajar.
e. Penyelenggara program menyiapkan tempat kegiatan belajar, buku, media yang diperlukan dalam pembelajaran, dan perlengkapan lain.

2. TAHAP PELAKSANAAN
1) Memulai kegiatan belajar sesuai dengan jadwal kegiatan.
2) Melaksanakan kegiatan belajar.
3) Memberi bimbingaan baik secara individu maupun kelompok.
4) Melaksanakan kegiatan evaluasi.
5) Melayani dan memenuhi kebutuhan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

3. PASCA PEMBELAJARAN
1) Penyelenggara dan tutor membantu memfasilitasi peserta didik anak usia dini yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
2) Penyelenggara dan tutor membantu peserta didik yang telah lulus/tamat belajar untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran.
3) Mendata peserta didik yang telah bersekolah di tingkat selanjutnya yang lebih tinggi.

4. BELAJAR TANPA BEBAN
Anak bukanlah orang dewasa. Dunia anak identik dengan dunia bermain. Belajarpun harus tetap dalam suasana bermain, kecuali anak tersebut memiliki minat untuk belajar mengenal huruf dan membaca.

D. PERSYARATAN WARGA BELAJAR DAN PENYELENGGARA
1. WARGA BELAJAR
Sasaran akhir program PAUD adalah anak usia 0-6 tahun. Untuk mencapai sasaran akhir ini diperlukan sasaran antara yaitu :
1) Orangtua yang memiliki anak usia 0 – 6 tahun.
2) Pendidik dan pengelola lembaga pendidikan anak usia dini.
3) Lembaga atau masyarakat yang menyelenggarakan PAUD.

2. PENYELENGGARA
Yang terlibat dalam pengelolaan program pendidikan anak usia dini, yaitu :
1) Pemerintah Pusat dan Daerah.
2) Instansi pemerintah, BPPLSP, BPKB, SKB, Dinas Pendidikan, dll.
3) Lembaga swasta : LSM, Yayasan, PKK, Darma Wanita, dll.
4) Perorangan/individu.
5) Organisasi profesi, dunia usaha/industri.

Yang dapat menjadi Tutor/Sumber Belajar, yaitu :
Dalam proses bermain, agar mendapatkan hasil belajar yang optimal harus didampingi oleh pendamping atau tenaga pendidik yang paling tidak memiliki beberapa persyaratan sebagai pendidik anak usia dini, antara lain:
a. Pendidikan minimal SLTA/Sederajat.
b. Mencintai dunia anak.
c. Usia minimal 18 tahun.
d. Mau dan mampu mendampingi anak.
e. Memahami pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.

E. PENYELENGGARAAN PAUD DI INDONESIA
1. JALUR PENYELENGGARAAN PAUD
a. Jalur Formal: Taman Kanak – kanak atau RA dan lembaga sejenis.
b. Jalur nonformal: Taman Penitipan Anak.
c. Jalur informal: dilakukan oleh keluarga maupun lingkungan. Tujuannya untuk memberikan keyakinan agama, menanamkan nilai budaya, nilai moral, etika dan kepribadian, estetika serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
2. SATUAN PAUD
a. Taman Kanak – kanak dan Raudhatul Athfal
TK dan RA merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan formal yang ditujukan bagi anak usia 4 – 6 tahun sebelum memasuki pendidikan dasar (PP No. 27/1990). TK dan RA bertujuan untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan, keterampilan, dan daya cipta anak didik untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.
b. Kelompok Bermain
Kelompok bermain adalah salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak usia 3 – 6 tahun yang berfungsi untuk membantu meletakkan dasar – dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan bagi anak usia dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya, sehingga siap memasuki pendidikan dasar.
c. Taman Penitipan Anak
TPA merupakan salah satu wahana pendidikan dan pembinaan kesejahteraan anak yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu selama orangtuanya berhalangan atau tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengasuh anaknya karena bekerja atau sebab lain.
d. Satuan PAUD Sejenis
Program satuan PAUD sejenis yang telah ada di masyarakat saat ini antara lain kelompok bermain yang terintegrasi dengan Posyandu, BKB, taman bermain, sekolah alam, dsb.
e. Pos PAUD
Di Pos PAUD peserta didiknya adalah anak yang berusia 0 – 6 tahun yang tidak terlayani PAUD lainnya. Orang tua wajib memperhatikan kegiatan anak selama di Pos PAUD agar dapat melanjutkan di rumah.

F. PERAN GURU PAUD
1. PERAN GURU DALAM BERINTERAKSI
Guru anak usia dini akan sering berinteraksi dengan anak dalam berbagai bentuk perhatian, baik interaksi lisan maupun perbuatan.
2. PERAN GURU DALAM PENGASUHAN
Pendidik anak usia dini menganjurkan untuk mengasuh dengan sentuhan dan kasih sayang.
3. PERAN GURU DALAM MENGATUR TEKANAN/STRESS
Guru membantu anak untuk belajar mengatur tekanan akan menciptakan permainan dan mempelajari lingkungan yang aman pengelolaan tekanan dan dapat mengatasi kemampuan membantu perkembangan anak.
4. PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN FASILITAS
Anak – anak membutuhkan kesempatan untuk bermain imajinatif, mengekspresikan diri, menemukan masalah, menyelidiki jalan alternatif, dan menemukan penemuan baru untuk mempertinggi perkembangan kreativitas.
5. PERAN GURU DALAM PERENCANAAN
Para guru perlu merencanakan kebutuhan anak – anak untuk aktivitas mereka, perhatian, stimulasi, dan kesuksesan melalui keseimbangan dan kesatupaduan di dalam kelas dan melalui implementasi desain kegiatan yang terencana.
6. PERAN GURU DALAM PENGAYAAN
Guru harus menyediakan kesempatan belajar pada anak pada perkembangan yang tepat, “bagaimana anak belajar dapat mencerminkan bagaimana guru belajar”.

G. KOMPETENSI PENDIDIK PAUD
1. SOSOK UTUH DAN STANDAR KOMPETENSI GURU PAUD
a. Kompetensi Dasar bagi Tutor
Tenaga pendidik pada program pendidikan anak usia dini paling tidak harus memiliki beberapa kompetensi yaitu kompetensi personal, kompetensi akademik, kompetensi teknis, dan kompetensi sosial.
b. Sosok Utuh Kompetensi Guru Paud
Penguasaan sosok utuh kompetensi professional guru diperoleh dalam latihan menerapkan kemampuan akademik melalui program pengalaman lapangan yang sistematis di berbagai lembaga yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini.
c. Standar Kompetensi Guru Paud
Penguasaan kompetensi akademik diperoleh melalui pendidikan akademik dengan beban studi dalam semester tertentu, sedangkan penguasaan kompetensi professional dicapai melalui terapan kontekstual dari kompetensi akademik yang bersangkutan dalam waktu sekitar satu atau dua semester diakhir kegiatan masa studinya.

2. KOMPETENSI AKADEMIK/PEDAGOGIS
a. Memahami karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan peserta didik.
b. Menguasai konsep dan prinsip pendidikan.
c. Menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan.
d. Menguasai media pembelajaran.

3. KOMPETENSI PROFESIONAL
a. Menguasai substansi aspek – aspek perkembangan anak.
b. Mengintegrasikan berbagai bidang pengembangan.
c. Mengaitkan bidang pengembangan dengan kehidupan sehari – hari.
d. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri dan profesi.

4. KOMPETENSI KEPRIBADIAN
a. Menampilkan diri sebagai pribadi yang beribawa.
b. Berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi peserta didik.
c. Memiliki perilaku yang demokratis.
d. Memiliki sikap dan komitmen terhadap profesi.

5. KOMPETENSI SOSIAL
a. Berkomunikasi secara santun kepada peserta didik.
b. Berkomunikasi secara santun kepada sesama tutor.
c. Berkomunikasi secara santun kepada orang tua/wali peserta didik.
d. Bekerja sama secara efektif dengan peserta didik, sesama tutor, dan tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar.

6. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
Sebagai suatu bentuk layanan ahli dengan kemampuan untuk mengambil keputusan non-rutin dalam pelaksanaan tugasnya, Standar Kompetensi Lulusan S1 PG – PAUD secara utuh terdiri atas:
a. Kompetensi akademik guru PAUD, dan
b. Kompetensi professional guru PAUD.

7. STANDAR PENDIDIK
a. Kualifikasi Guru sesuai Permendiknas no. 16 th 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
b. Belum memenuhi kualifikasi disebut guru pendamping.
c. Kompetensi : Kepribadian, Profesional, Pedagogik dan Sosial
(http://www.slideshare.net/NASuprawoto/standar-pendidikan-anak-usia-dini).

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Pendidikan anak usia dini merupakan suatu proses belajar anak yang mana dapat dilaksanakan secara bermain, bukan hanya belajar seperti sekolah dasar. Dikarenakan untuk proses pembelajaran mereka harus menyenagkan dan sesuai dengan apa yang dilihat, didengar, dirasakan oleh anak-anak pada usia dini agar pembelajaran yang diberikan dapat diterima dengan mudah oleh anak usia dini.

DAFTAR PUSTAKA

‘Aini, Wirdatul. 2006. Bahan Ajar Konsep Pendidikan Luar Sekolah. Padang.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. 2004. Apa, Mengapa, dan Siapa yang BertanggungJawab Terhadap Program Pendidikan Anak Usia Dini?. Proyek Pengembangan Anak Usia Dini Pusat.

Hasan, Maimunah. 2009. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Jogjakarta: DIVA Press.

http://www.slideshare.net/NASuprawoto/standar-pendidikan-anak-usia-dini (diakses 5 Oktober 2011).

Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.



minta izin copy bahannya yha…thanks



iya silahkan akhy kuu.. maaf bru d bls.. sring” mapir yaah..😀



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: