sitiativa











{September 9, 2012}   PENANGGULANGAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN

A. PENANGGULANGAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN
Penanggulangan (pemecahan masalah) sebagai akibat pengaruh ke 4 faktor yang telah dikemukakan terdahulu secara umum adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan harus senantiasa diperbaharui (direnovasi) sesuai dengan perkembangan yang terjadi di luar bidang pendidikan itu sendiri. Misalnya kurikulum harus fleksibel, jika perlu diperbaharui. Kurikulum jangan mengakibatkan para pelakunya (siswa atau anak didik) selalu tertinggal dibanding dengan kemajuan IPTEK di luar dunia pendidikan tersebut.
2. Pendidikan (bersama bidang terkait) berusaha menahan laju pertumbuhan penduduk atau pendidikan harus mencari sistem baru yang dapat melayani semua orang yang memerlukan pendidikan.
3. Aspirasi masyarakat terhadap pendidikan didukung dan didorong terus agar lebih meningkat lagi.
4. Sistem pendidikan meningkatkan peran/fungsinya sebagai pengembangan kebudayaan diseluruh plosok tanah air.

Pemecahan Masalah Pemerataan Pendidikan:
a. Cara Konvesional
1) Membangun gedung sekolah seperti SD Inpres dan atau ruangan belajar.
2) Menggunakan gedung sekolah untuk double shift (sistem bergantian pagi dan sore).
b. Cara Inovatif
1) Sistem Pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua, dan guru) atau Inpacts System (Instructional Management by Parent, Community and, Teacher). Sistem tersebut dirintis di Solo dan didiseminasikan ke beberapa provinsi.
2) SD kecil pada daerah terpencil.
3) Sistem Guru Kunjung.
4) SMP Terbuka (ISOSA – In School Out off School Approach).
5) Kejar Paket A, B, dan C.
6) Belajar Jarak Jauh, seperti Universitas Terbuka.
Usaha pemerataan mutu pendidikan bermaksud agar sistem pendidikan khususnya sistem persekolahan dengan segala jenis dan jenjangnya di seluruh pelosok tanah air (kota dan desa) mengalami peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.

Pemecahan Masalah Mutu Pendidikan
a. Seleksi yang lebih rasional terhadap masukan mentah, khususnya untuk SLTA dan PT.
b. Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut, misalnya berupa pelatihan, penataran, seminar, kegiatan-kegiatan kelompok studi seperti PKG dan lain-lain.
c. Penyempurnaan kurikulum, misalnya dengan memberi materi yang lebih esensial dan mengandung muatan lokal, metode yang menantang dan menggairahkan belajar, dan melaksanakan evaluasi yang beracuan PAP.
d. Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar.
e. Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran, dan peralatan laboratorium.
f. Peningkatan administrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran.
g. Kegiatan pengendalian mutu yang berupa kegiatan-kegiatan:
1) Laporan penyelenggaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan.
2) Supervisi dan monitoring pendidikan oleh penilik dan pengawas.
3) Sistem ujian nasional/Negara seperti Ebtanas, Sipenmaru/UMPTN.
4) Akreditasi terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembaga.

Dari keempat macam masalah pendidikan tersebut masing-masing dikatakan teratasi jika pendidikan:
a. Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar, artinya semua warga Negara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.
b. Dapat mencapai hasil yang bermutu, artinya perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
c. Dapat terlaksana secara efisien, artinya pemrosesan pendidikan sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.
d. Produknya yang bermutu tersebut relevan, artinya hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

B. KETERKAITAN ANTARA JENIS MASALAH PENDIDIKAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN
Pada dasarnya pembangunan di bidang pendidikan tentu menginginkan tercapainya pemerataan pendidikan dan pendidikan yang bermutu sekaligus. Belum ada suatu Negara yang dari sejak berdirinya mampu melaksanakan dan memenuhi keinginan seperti itu. Lazimnya, yang terjadi ialah pada saat yang sama mutu pendidikan belum dapat diwujudkan, malah sering tertelantarkan. Kondisi demikian itu wajar. Ada dua faktor yang dapat dikemukakan sebagai penyebab mengapa pendidikan yang bermutu belum dapat diusahakan pada saat demikian.
Pertama, gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengerahan dana dan daya.
Kedua, kondisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena jumlah murid dalam kelas terlalu banyak, pengerahan tenaga pendidik yang kurang kompeten, kurikulum yang belum mantap, sarana yang tidak memadai, dan seterusnya.
Meskipun demikian pemerataan pendidikan tidak dapat diabaikan karena upaya tersebut, terutama pada saat-saat suatu bangsa sedang mulai membangun mempunyai tujuan ganda, yaitu di samping tujuan politis (memenuhi persamaan hak bagi rakyat banyak) juga tujuan pembangunan, yaitu memberikan bekal dasar kepada warga Negara agar dapat menerima informasi dan memiliki pengetahuan dasar untuk mengembangkan diri sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan.

Sumber:
Tirtarahardja, dkk. 1995. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. RINEKA CIPTA
Tim Pembina Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. 2006. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan. Padang: UNP Press.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: