sitiativa











{September 9, 2012}   PENDIDIKAN KEAKSARAAN DAN PENDIDIKAN KETERAMPILAN DAN PELATIHAN KERJA

PENDIDIKAN KEAKSARAAN

A. PENGERTIAN
Pendidikan keaksaraan adalah pendidikan yang diberikan kepada mayarakat yang belum pernah memperoleh pendidikan atau drop out di sekolah dasar dalam rangka meningkatkan pengetahuan dasar, kemampuan baca tulis fungsional yang diintegrasikan dengan mata pencarian, dalam arti agar sedapat mungkin diusahakan belajar pendidikan dasar yaitu membaca, menulis, berhitung dilaksanakan secara terpadu dengan pendidikan mata pencarian dan diikuti dengan kegiatan berusaha.
Untuk membimbing belajarnya sumber belajar atau tutor untuk warga belajar yang belajar mandiri adalah anggota keluarganya sendiri, tetangga atau kenalan yang sudah tidak mengalami buta aksara dan angka. Begitu juga bagi mereka yang belajar berkelompok, sumber belajar boleh anggota keluarga atau anggota lain yang memiliki kelebihan dan bersedia secara sukarela membantu warga belajar.

B. TUJUAN
1. Menumbuhkan minat, kecintaan, dan kegemaran membaca, menulis, dan berhitung.
2. Memperkaya pengalaman belajar dan pengetahuan bagi masyarakat.
3. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri.
4. Membantu pengembangan kecakapan membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi.
5. Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
7. Dapat memberikan pelayanan dibidang pendidikan dasar.
8. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berhitung.
9. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pendidikan dasar dalam rangka mensukseskan wajib belajar.
10. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyararakat miskin dalam bidang mata pencaharian.

C. PERSYARATAN UNTUK MENJADI WARGA BELAJAR DAN PENYELENGGARA
Sasaran pendidikan keaksaraan, yaitu :
1. Masyarakat yang buta huruf.
2. Masyarakat yang tidak tamat SD.
3. Masyarakat yang berekonomi lemah.

D. PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL
Efektifitas kegiatan belajar sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengorganisasi dan membimbing warga belajar dalam kegiatan belajarnya. Pengalaman menunjukkan bahwa kegiatan menulis perlu didahulukan daripada kegiatan membaca. Karena melalui kegiatan belajar menulis, warga belajar sedikit demi sedikit langsung belajar membaca. Sebaliknya, apabila mereka didahulukan belajar membaca, maka cenderung kurang terampil dalam hal menulis.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan tutor dalam membelajarkan warga belajar adalah sebagai berikut:
a. Tanyakanlah perasaan warga belajar dan materi apa yang akan dipelajari pada hari itu.
b. Mintalah warga belajar mengemukakan ide, pengalaman, atau masalah yang dihadapinya.
c. Mintalah warga belajar berdiskusi tentang topik untuk dibuat kesepakatan bersama.
d. Apabila telah disepakati, buat tabel kosong, peta buta, atau kalender kegiatan dan minta warga belajar untuk mengisi tabel, peta, atau kalender kegiatan tersebut.
e. Jika topik yang dipilih adalah mengenai kegiatan sehari-hari, pengalaman, atau tentang perasaan warga belajar, maka mintalah warga belajar yang bersangkutan untuk mengemukakan dan menceritakan kembali, sedangkan warga belajar yang lainnya menanggapi.
f. Mintalah warga belajar yang menuliskan topik belajar tersebut untuk membacanya.
g. Minta warga belajar membaca hasil tulisan tersebut secara bersama-sama atau bergiliran.
h. Mintalah mereka untuk mendiskusikan judul atau tema tulisan di atas, kemudian membuat kesepakatan judul/tema.
i. Mintalah kepada warga belajar untuk mengkritisi dan memperbaiki ide/gagasan, ejaan, dan tanda baca.
j. Mintalah warga belajar menulis pada buku masing-masing.

PENDIDIKAN KETERAMPILAN DAN PELATIHAN KERJA

Pendidikan dan pelatihan kerja dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan fungsional yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pendidikan Keterampilan.
a. Pendidikan.
Dalam arti kata yang luas pendidikan didefinisikan sebagai suatu proses sepanjang hayat yang mementingkan seseorang memungkinkan untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan.
b. Keterampilan.
Keterampilan asal kata dari “terampil” yang bermakna cakap dalam menyelesaikan tugas; mampu dan cekatan, sedang pengertian Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas.

Pengertian Pelatihan:
Menurut Nitisemito (1996:35), mendefinisikan pelatihan atau training sebagai suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku ketrampilan, dan pengetahuan dari karyawannya sesuai dengan keinginan perusahaan. Dengan demikian, pelatihan yang dimaksudkan adalah pelatihan dalam pengertian yang luas, tidak terbatas hanya untuk mengembangkan ketrampilan semata-mata.
Mangkuprawira memberikan perbedaan pada pengertian pelatihan dan pendidikan. Pelatihan lebih merujuk pada pengembangan keterampilan bekerja (vocational) yang dapat digunakan dengan segera, sedangkan pendidikan memberikan pengetahuan tentang subyek tertentu, tetapi sifatnya lebih umum, terstruktur untuk jangka waktu yang jauh lebih panjang.

Tujuan Pelatihan
Menurut Moekijat (1991:55) tujuan umum dari pada pelatihan adalah:
a. Untuk mengembangkan keahlian sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif.
b. Untuk mengembangkan pengetahuan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional.
c. Untuk mengembangkan sikap, sehingga menimbulkan kerja sama dengan teman-teman pegawai dan pimpinan.

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278), tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area:
a. Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.
b. Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
c. Untuk membantu masalah operasional.
d. Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.
e. Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya.

Menurut Procton dan Thornton (1983 : 4) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:
a. Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.
b. Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.

Manfaat Pelatihan
Manullang (1990:47) memberikan batasan tentang manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan adanya program pelatihan yang dilaksanakan yaitu sebagai berikut:
a. Meningkatkan rasa puas karyawan.
b. Pengurangan pemborosan.
c. Mengurangi ketidakhadiran dan turn over karyawan.
d. Memperbaiki metode dan sistem kerja.
e. Menaikkan tingkat penghasilan.
f. Mengurangi biaya-biaya lembur.
g. Mengurangi biaya pemeliharaan mesin-mesin.
h. Mengurangi keluhan-keluhan karyawan.
i. Mengurangi kecelakaan kerja.
j. Memperbaiki komunikasi.
k. Meningkatkan pengetahuan karyawan
l. Memperbaiki moral karyawan.
m. Menimbulkan kerja sama yang lebih baik.

Alasan Pentingnya Diadakan Pelatihan
Menurut Hariandja (2002 : 168), ada beberapa alasan penting untukmengadakan pelatihan, yaitu:
a. Karyawan yang baru direkrut sering kali belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan.
b. Perubahan – perubahan lingkungan kerja dan tenaga kerja. Perubahan – perubahan disini meliputi perubahan – perubahan dalam teknologi proses seperti munculnya teknologi baru atau munculnya metode kerja baru. Perubahan dalam tenaga kerja seperti semakin beragamnya tenaga kerja yang memiliki latar belakang keahlian, nilai, sikap yang berbeda yang memerlukan pelatihan untuk menyamakan sikap dan perilaku mereka terhadap pekerjaan.
c. Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas. Saat ini daya saing perusahaan tidak bisa lagi hanya dengan mengandalkan aset berupa modal yang dimiliki, tetapi juga harus sumber daya manusia yang menjadi elemen paling penting untuk meningkatkan daya saing sebab sumber daya manusia merupakan aspek penentu utama daya saing yang langgeng.
d. Menyesuaikan dengan peraturan – peraturan yang ada, misalnya standar pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh asosiasi industri dan pemerintah, untuk menjamin kualitas produksi atau keselamatan dan kesehatan kerja.

SumBer:
http://www.psikologizone.com/pelatihan-kerja/06511630
http://www.pustakaskripsi.com/%E2%80%9Cpendidikan-keterampilan-saka-tarunabumi-dalam-gerakan-pramuka-relevansinya-terhadap-pendidikan-islam-%E2%80%9D-414.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pelatihan-kerja-definisi-tujuan-teknik.html



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: