sitiativa











{September 9, 2012}   TEORI-TEORI BELAJAR

1. Teori Behaviorisme
Sebagaimana telah dikemukakan pada Bab II bahwa behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
2. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget
Dalam bab sebelumnya telah dikemukan tentang aspek aspek perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu tahap (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Menurut Piaget, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
3. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne
Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Teori belajar Humanistik memandang bahwa:
– Fokus utamanya adalah hasil pendidikan yang bersifat afektif, belajar tentang cara- cara belajar dan meningkatkan kreativitas dan semua potensi peserta didik.
– Hasil belajarnya adalah kemampuan peserta didik mengambil tanggung jawab dalam menentukan apa yang dipelajari dan menjadi individu yang mampu mengarahkan diri sendiri dan mandiri.
– Pentingnya pendekatan pendidikan di bidang seni dan hasrat ingin tahu.
– Pendekatan humanistik kurang menekankan pada kurikulum standar, perencanaan pembelajaran, ujian, sertifikasi pendidik dan kewajiban hadir di sekolah.
– Pendekatan humanistik mengkombinasikan metode pembelajaran individual dan kelompok. Pendidik memiliki status kesetaraan dengan peserta didik.
– Pendekatan humanistik memelihara kebebasan peserta didik untuk tumbuh dan melindungi peserta didik dari tekanan keluarga dan masyarakat.
– Penggunaan pendekatan humanistik dalam pendidikan akan memungkinkan peserta didik menjadi individu yang beraktualisasi diri.

Gaya belajar

1. Akomodator
adalah orang-orang yang belajar dengan melakukan dan merasakan, orang-orang ini cenderung belajar dengan menggunakan pengalaman pribadi, bertindak sesuai dengan perasaan dengan menomorduakan logika, sangat senang dengan pengalaman baru dan bertindak dalam aspek pelaksanaan kegiatan.

2. Diverger
adalah orang-orang yang belajar dengan mengamati dan perasaan, orang-orang ini sangat suka berbagi pendapat, sulit menganalisa beberapa alternatif, suka mengumpulkan informasi dan cenderung memiliki minat budaya yang luas.

3. Asimilator
adalah orang-orang yang belajar dengan mengamati dan berfikir, orang-orang ini umumnya logis dan sistematik, menyukai gagasan-gagasan dan teori daripada yang praktis, menyukai gagasan abstrak dan idealistik

4. Konverger
Adalah orang-orang yang belajar dengan melakukan dan berfikir, orang-orang ini biasanya menyukai hal-hal yang praktis dan jeli dalam melihat pemecahan masalah, menyukai masalah-masalah teknis, dan sistematis dalam membuat pemecahanny

Cara belajar

Para pakar pendidikan dan pelatihan berpendapat bahwa cara belajar orang dewasa berbeda dengan cara belajar anak-anak. Perbedaan ini harus sangat diperhatikan dalam mengembangkan dan merancang program pelatihan untuk orang dewasa. Prisip-prinsip belajar orang dewasa pada dasarnya berbeda dengan prinsip-prinsip belajar anak-anak dalam aspek-aspek sbb:

1. Konsep diri. Salah satu perbedaan utama anatar anak-anak dan orang dewasa dalam belajar adalah bahwa anak-anak masih merasa diri mereka sebagai dependent, yaitu tergantug pada orang tua dan guru.Sebaliknya orang dewasa akan merasa tersinggung apabila diperlakukan sebagai murid dengan cara yang kurang menghargai, merendahkan, atau cara lain yang menyamakan dia seperti anak-anak.
2. Pengalaman. Orang dewasa telah mengumpulkan pengalaman yang cukup banyak dalam hidup mereka, baik dari pekerjaan maupun dari kegiatan lain. Dengan demikian mereka mampu juga menentukan apa yang harus diajarkan dan dalam bentuk atau format seperti apa.
3. Kesiapan untuk belajar. Dalam pendidikan anak-anak, guru atau sekolah menentukan apa yang harus diajarkan pada murid baik dalah hal isi maupun urutannya. Dalam kasus orang dewasa, mereka juga dapat memilih apa yang masih mereka butuhkan dan bagaimana seharusnya urutan belajarnya. Dalam situasi ini, pelatih harus memposisikan dirinya sebagai “nara sumber” yang membantu peserta dewasa untuk melakukan diagnosa kebutuhan mereka sendiri.
4. Perpestik Waktu. Dalam pendidikan anak, murid diharapkan untuk dapat menyimpan “informasi” sebanyak mungkin yang akan digunakan “pada suatu hari nanti” yang mungkin dua belas sampai limabelas tahun lagi. Sebaliknya orang dewasa lebih tertarik untuk memperoleh hal-hal baru yang bisa diterapkan segera, baik untuk memecahkan masalah maupun untuk meningkatkan kinerja sendiri.

Sumber:
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2163493-karakteristik-cara-belajar-orang-dewasa/#ixzz1YImiqOCX



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: